Kamis, 12 Juni 2014

Vimana Pesawat Kuno India Anti Gravitasi

Agen Judi Poker dan Domino - Orang India kuno mungkin terbang dengan pesawat Vimana ke seluruh Asia, Atlantis, dan mungkin juga terbang ke Amerika Selatan. Teks kuno India menjelaskan bagaimana cara membangun pesawat anti gravitasi yang dulu pernah dibuat Raja Ashoka.

Beberapa referensi mesin terbang kuno juga terukir di kuil Mesir bertuliskan skrip kuno. Gambar yang ditemukan pada langit-langit kuil berusia 3000 tahun, kuil ini terletak beberapa ratus mil sebelah selatan Kairo dan Dataran Tinggi Giza.


UFO menjadi teka-teki tersendiri dikalangan ilmuwan dan sering mengabaikan fakta yang sangat penting. Banyak orang menganggap bahwa piring terbang merupakan bagian dari alien atau mungkin Militer Pemerintah. Tapi tidak dalam legenda India kuno dan Benua Atlantis. Lalu, apakah ada teks sejarah yang menjelaskan cara pembangunan pesawat anti garvitasi seperti Vimana? Ada, dan sudah dibuktikan oleh seorang ilmuwan asal India, dan sayangnya proyek itu terpaksa dihentikan akibat tekanan pemerintah. Baca juga Ritual Unik Datangkan Hujan Di Indonesia

Kendaraan Anti Gravitasi Atlantis Dan India Kuno

Kendaraan terbang era India kuno berasal tertulis dalam teks yang disusun ribuan tahun yang lalu. Sebagian besar teks sangat otentik, menceritakan epos terkenal, dan sebagian besar teks itu belum pernah diterjemahkan, masih dalam bahasa sansekerta lama. Dalam cerita ini sahabat anehdidunia.com, Asoka memulai misi yang dikenal Masyarakat Rahasia dari Sembilan Pria Yang Tak Diketahui. Ashoka merahasiakan rahasia tersebut karena takut ilmu pengetahuan yang ditulis ‘sembilan orang tak diketahui’ diambil pihak lain yang mungkin bisa digunakan untuk tujuan perang.

Sembilan pria misterius disebutkan telah menulis sembilan buku, menyusun bersama atau mungkin masing-masing telah menulis satu buku. Buku ini menceritakan tentang rahasia anti gravitasi, sementara sejarawan tidak benar-benar menggambarkan teks tersebut menceritakan tentang pengontrolan gravitasi. Teks ini diduga masih ada di suatu tempat, disimpan di sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet atau tempat lain yang hingga hari ini masih belum ditemukan.

Di Cina, telah ditemukan beberapa dokumen Sansekerta di Lhasa-Tibet, Agen Taruhan Bola mengatakan bahwa dokumen itu berisi petunjuk untuk membangun pesawat ruang angkasa. Metode penggerak menggunakan anti gravitasi dan didasarkan pada sistem analog yang disebut dalam teks ‘Laghima’. Laghima merupakan kekuatan tidak diketahui dari diri manusia yang mampu keluar melalui fisik manusia, dengan kata lain merupakan sebuah kekuatan sentrifugal yang sangat kuat untuk melawan semua gravitasi. Sementara menurut Hindu Yogi menyebutkan, kekuatan Laghima memungkinkan seseorang untuk melayang.


Mesin yang disebut ‘Astras‘ (seperti yang tertulis dalam teks) dapat mengirimkan satu unit pasukan ke planet manapun. Manuskrip itu juga menyebutkan rahasia ‘Antima’ (penutup tembus pandang) dan ‘Garima’ (bagaimana membuat benda menjadi seberat gunung). Tetapi naskah ini tidak mengatakan secara pasti tentang adanya perjalanan antar planet, seperti rencana perjalanan ke Bulan tapi tidak jelas apakah perjalanan ini pernah dilakukan. Salah satu legenda Ramayana memiliki cerita yang sangat rinci, disana disebutkan adanya perjalanan ke bulan dengan Vimana atau Astra. Pada kenyataannya disebutkan adanya pertempuran di bulan dengan pesawat Asvin (Atlantis).

Kerajaan Rama berkembang di India Utara dan Pakistan setidaknya sekitar 15000 tahun yang lalu. India merupakan bangsa besar, terdiri dari beberapa kota canggih yang masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan, bagian utara dan barat India. Keberadaan Rama tampaknya sejalan dengan peradaban Atlantis dan ketujuh kota besar Rama disebut dalam teks-teks Hindu klasik sebagai Tujuh Kota Rishi.

Teks Mahavira dari Bhavabhuti menyebutkan, sebuah kereta udara, Pushpaka, membawa banyak orang ke ibukota Ayodhya. Langit penuh dengan mesin terbang, dikegelapan malam, diterangi lampu dengan cahaya kekuningan.

Dalam sejarah India, Vimana digunakan untuk perang. Sementara di Atlantis menggunakan mesin terbang Vailixi yang secara harfiah mencoba menundukkan dunia. Orang-orang Atlantis dikenal sebagai Asvin dalam teks India yang tampaknya lebih maju daripada teknologi India.

Meskipun tidak ada teks kuno yang menyebutkan Vailixi sebagai kenderaan Atlantis, tetapi beberapa informasi terkait melalui esoteris teks India yang menggambarkan mesin terbang mereka. Kenderaan ini hampir identik dengan Vimana, Vailixi umumnya berbentuk seperti cerutu dan memiliki kemampuan manuver bawah air serta luar angkasa. Kendaraan lain Atlantis yang berbentuk piring ternyata bisa menyelam.

Menurut Agen Bola Piala Dunia 2014 dalam sebuah artikel yang ditulisnya pada tahun 1966, Vailixi pertama kali dikembangkan di Atlantis sekitar 20,000 tahun yang lalu. Pesawat ini digambarkan sebagai piring berbentuk trapesium, yang pada umumnya memiliki penampang dengan tiga buah mesin Hemispherical di bagian bawah. Mereka menggunakan perangkat anti gravitasi yang digerakkan oleh mesin berkekuatan sekitar 80,000 tenaga kuda.

Sementara dalam teks Hakatha (Hukum Babilonia) menyatakan bahwa, hak istimewa mengoperasikan mesin terbang yang besar. Pengetahuan penerbangan termasuk yang paling kuno dalam warisan kita.. Sebuah hadiah dari ‘orang-orang yang tinggi’. Kami menerima dari mereka sebagai sarana menyelamatkan banyak nyawa.

Anti Gravitasi Berdasarkan Teks Kuno India

Pada tahun 1875 ditemukan Shastra Vaimanika dari abad ke-4 SM yang ditulis oleh Bharadvajy menggunakan teks lebih tua. Teks ini menjelaskan sistem operasional Vimana termasuk informasi mengenai kemudi, pencegahan penerbangan panjang, perlindungan pesawat dari badai dan petir, dan bagaimana cara menciptakan energi surya menjadi energi anti gravitasi.

Shastra Vaimanika memiliki delapan Bab yang dilengkapi dengan diagram, menggambarkan tiga jenis pesawat, termasuk perangkatnya yang tidak bisa terbakar ataupun pecah. Teks ini juga menyebutkan adanya 31 bagian penting pada kenderaan dan 16 bahan yang bisa menyerap cahaya dan panas, materi yang disebutkan dianggap sesuai dalam pembuatan Vimana.


Vimana tersimpan dalam Griha Vimana (semacam gantungan) yang terkadang dikatakan didorong cairan berwarna putih kekuningan, dan terkadang didorong semacam senyawa merkuri. Teks ini agak membingungkan, tapi kemungkinan besar bahwa mereka memiliki sistem propulsi berbeda. Cairan yang disebutkan mungkin seperti bensin (putih kekuningan) dan Vimana memiliki sejumlah sumber penggerak berbeda, termasuk mesin pembakaran (seperti baling-baling pesawat) atau bahkan mesin jet.

Sementara teks Samaranganasutradhara menjelaskan bagaimana langkah-langkah pembangunan kendaraan. Kemungkinan merkuri memang menjadi bahan propulsi, dan perangkat yang dimaksud dalam teks adalah obyek Hemispherical yang terbuat dari kaca atau porselin, yang ujungnya berbentuk kerucut dilengkapi merkuri.

Orang India kuno mungkin terbang dengan kendaraan ini di seluruh Asia, Atlantis, dan mungkin juga terbang ke Amerika Selatan. Teks yang ditemukan di Mohenjodaro Pakistan (salah satu Tujuh Kota Rishi Kerajaan Rama) juga ditemukan di Pulau Easter. Sahabat anehdidunia.com pulau Easter menyebut Rongo-Rongo pada teks kuno mereka yang sangat mirip dengan teks Mohenjodaro. Veda, puisi Hindu kuno yang dianggap teks tertua dari semua teks-teks yang pernah ditemukan di India, menyebutkan kenderaan Vimana dengan berbagai bentuk dan ukuran. Diantaranya ‘Ahnihotra-Vimana’ dengan dua mesin, ‘Gajah-Vimana’ dengan mesin yang lebih banyak, jenis Ibis dan lainnya.

Ada juga karya Agen Poker Online Texas Poker, Sifrala, yang berisi lebih dari seratus halaman yang menyebutkan rincian teknis untuk membangun mesin terbang. Teks ini menyebutkan penggunaan batang grafit, kumparan tembaga, indikator kristal, bola bergetar, sudut stabil, dan bahan lainnya yang mendukung pembuatan kenderaan anti gravitasi.

Pembuatan Pesawat Vimana Abad Ke-19

William Clarendon pernah menuliskan penjelasan rinci adanya mesin vortex merkuri dalam terjemahan Samaranga Sutradhara. Terjemahan tersebut menjelaskan:

Dalam sirkular frame udara, ditempatkan mesin merkuri dan merkuri listrik di pusat pesawat. Dengan menggunakan kekuatan laten, merkuri yang dipanaskan mengeluarkan angin puyuh yang dikemudikan seorang pria dan dapat menempuh jarak yang besar dengan cara yang paling mengagumkan. Pergerakan Vimana yang sedemikian rupa sehingga dapat naik turun secara vertikal, bergerak miring maju dan mundur. Dengan bantuan mesin manusia bisa terbang di udara dan makhluk surgawi dapat turun ke bumi.

Sebuah buku karya Stephen Knapp menceritakan tentang Shivkar Bapuji Talpade, seorang sarjana Sansekerta yang lahir pada tahun 1864 di Chirabazar, Dukkarwadi Bombay. Di usia muda dia tertarik dengan Shastra Vaimanika (Aeronautical) yang diuraikan oleh seorang guru besar di India, Bhardwaja Maharishi. Shastra Vaimanika menjelaskan secara rinci tentang pembangunan pusaran mesin merkuri pendahulu sama seperti ion mesin yang ada saat ini. Informasi tambahan pada mesin merkuri dapat ditemukan dalam teks kuno Veda yang disebut Samaranga Sutradhara. Teks ini juga menjelaskannya 230 ayat untuk membuat mesin-mesin yang bertujuan damai dan perang.

Empat wadah merkuri yang kuat dimasukkan ke dalam struktur interior, kemudian wadah merkuri dipanaskan dengan api melalui sumber surya atau dengan pemanasan listrik. Suatu ketika, pesawat tak berawak Talpade dinyatakan berhasil terbang diketinggian 1500 kaki, tapi kemudian jatuh dan hancur. Sayangnya, Inggris menekan pemerintahan India untuk segera menghentikan penelitian Talpade, tak ada bantuan dana, dan pengembangan pesawat anti gravitasi di India berakhir disini. Tetapi usahanya untuk membuat mesin terbang dengan Shastra Veda diakui oleh sarjana India dan menerima gelar Vidya Prakash Pra-deep.

Source
PokerKiuKiu.com Agen Judi Poker dan Domino Uang Asli Indonesia
LigaDaun.com Agen Taruhan Bola Piala Dunia 2014
GlobalBola.com Agen Bola Piala Dunia 2014 SBOBET IBCBET
Sakaupoker.com Agen Poker Online Texas Poker Yang Terpercaya

Jumat, 23 Mei 2014

Kisah Penyiksaan Yang Menggemparkan Dunia

PokerKiuKiu Agen Judi Poker dan Domino Uang Asli Indonesia - Penyiksaan hampir secara universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Kisah kisah penyiksaan berikut adalah kasus yang menyita perhatian dunia karena perbuatan yang terlampau keji diterima seorang manusia. Sahabat anehdidunia.com berikut kisah penganiayaan yang menggemparkan Dunia.

Arie Hanggara



Pada November 1984 Publik Tanah Air pernah di gemparkan oleh cerita pilu seorang Anak berusia 8 Tahun bernama Arie Hanggara yang tewas setelah sekian lama dianiaya orang tuanya, Machtino dan Santi. Kisah Arie Hanggara sangat menyedot perhatian publik kala itu, masyarakat menjadi sangat geram dan berita-beritanya menjadi Headline pada Surat Kabar pada waktu itu Wajar kemudian ketika difilmkan, Arie Hanggara menjadi film juara satu untuk penonton terbanyak. Menurut data Perfin pada 1986, penonton Arie Hanggara sekira 382.708.

Film ini menceritakan tentang kisah nyata setelah warga Jakarta dihebohkan kasus meninggalnya seorang bocah 8 tahun bernama Arie Hanggara akibat penyiksaan orang tuanya. Media massa meliput penuh gempita kabar ini. Film ini berkisah tentang seorang penganggur kelas berat bernama Tino Ridwan (Deddy Mizwar). Sifatnya yang pemalas, tukang janji kelas kakap, dan pembuat anak yang kuat menyebabkan saudara dari pihak istrinya menggunjinginya sebagai pejantan yang hanya kuat membuat anak.

Karena tak punya kerjaan dan disertai dengan harga diri yang tinggi, sementara Jakarta meminta terlalu banyak, bersiteganglah si Tino dengan istrinya. Sang istri kembali ke Depok dan Tino menitipkan anak-anaknya ke rumah neneknya untuk kemudian diambil lagi sewaktu dia sudah hidup bersama dengan pacarnya, Santi (Joice Erna) secara kumpul kebo. Di rumah kontrakan kecil ini hiduplah lima orang manusia. Tino dan Santi serta tiga anak Tino dari istri pertamanya: Anggi (tertua), Arie, dan Andi (si kecil). Lihat juga 5 Tempat Pencurian Organ Tubuh Manusia

Tino sadar betul dengan profesinya sebagai penganggur. Dia pun sehabis mengantar istri ke kantor, dia melamar kerja di sana dan di sini. Tapi tidak dapat-dapat juga. Teman-teman dihubungi, tapi semuanya menolak. Padahal di rumah rokoknya terus mengebul dan omongannya juga besar.

Santi sudah mulai cerewet, kerja tidak didapatkan juga, anak-anak di rumah kian membandel saja. Oleh karena ini semua Tino selalu menetapkan aturan yang keras kepada anaknya. Apa saja harus diatur. Tapi Arie Hanggara, si anak kedua ini, selalu membandel dengan aturan ini. Wajah Yan Cherry Budiono yang memerankan Arie ini memang wajah memelas. Sosoknya pendiam. Tapi diamnya Arie adalah diam yang meresahkan Tino.

Tino sebetulnya sayang dengan anak ini. Santi demikian juga adanya. Namun Santi mulai cerewet dan menyindir-nyindir Tino atas kenakalan anak-anaknya. Lama-lama dia mulai jengkel, terutama kepada Arie. Mula-mula kalau semuanya berkumpul di meja makan malam hari, Tino sudah memperingati dan memaklumkan aturan supaya jangan nakal dan jangan nakal. Akan tetapi Arie Hanggara tetap membandel dengan aturan itu. Awalnya dipukuli, Arie masih mengaduh, tapi lama-lama anak ini menjadi adiktif dan seperti meminta untuk dihukum. Lantaran takut melanggar, Arie sering berbohong.

Di sekolah, Arie jadi pendiam, asosial, dan jadi senang mengincar dompet teman-temannya. Maka jadi bulan-bulananlah dia. Karena merasa sakit perilaku Arie sudah tak bisa diobati di sekolah SD Negeri, Tino pun berencana membawa si Arie ke pesanntren di Jawa Timur. Tapi sayang sebelum dia dibawa ke pesantren, dia harus melakukan kesalahan lagi. Tapi kali ini kesalahan kakaknya. Tapi Arie mengaku bahwa dialah yang melakukannya. Bahkan dia minta digantung saja atau tangan diikat saja supaya tak nakal lagi. Sementara Arie diikat, dua saudaranya yang lain memberinya makan diam-diam.

Tugas Arie di hari kedua sebelum kematian adalah membersihkan kamar mandi. Tapi Arie malas-malasan. Arie dipanggil. Arie maju ke hadapannya. Bergeraklah tangan si Tino penganggur ini ke pantat. Dihukumlah anak ini berdiri jongkok. Kakak dan adiknya melihat Arie yang terhuyung-huyung ngantuk sambil memeluk lutut di lantai menjalani hukuman yang mestinya tak boleh ditanggungnya. Ia tak boleh makan, adik dan kakaknyalah yang diam-diam memberinya biskuit. Tatkala mereka menawarkan diri memberi Arie minum, Arie menolak. Dan malapetaka itu pun terjadi.

Santi pada malam malapetaka dan besoknya Arie dan Tino akan berangkat ke Jatim itu masih manis menasehati Arie untuk minta maaf saja dengan Tino, ayahnya. Tapi Arie tak melakukannya, malah dibilangnya pada ibu tirinya itu, dia lebih baik dihukum terus saja. Maka menyambarlah tangan Santi yang mendorong Arie ke dinding. Tino berdiri dan menggampar pantat kecil anak malang ini sementara Santi duduk sambil menjahit di ruang makan. Mata Arie yang lebam kebiruan memandang sendu bapaknya. Tak tahan memandang mata anak itu, diambilnya tongkat sapu. Diganyangnya pantat itu dengan pukulan bertalu-talu. Menjeritlah Santi melihat ulah Tino. Anak ini tidak mau lagi menangis. Menatap bapaknya dengan sangat tajam, tapi raut wajah dingin yang mengerikan. Lalu dengan kesal dan kalap satu tamparan keras menghantam pipi kiri Arie dan terjungkallah ia ke lantai. Lalu Tino memberinya air minum. Arie tetap di dekat tembok menjalani hukuman. Mereka sempat pelukan dan suara Tino sudah mengendur. Mungkin capek menghadapi sikap Arie yang dingin, patuh, tapi kepatuhan yang melawan. Dan Arie minta minum lagi. Tapi Tino mengancam, setelah dia diberi minum, tidak boleh lagi minum tanpa seizinnya. Arie pun dengan datar berjanji untuk tak minum lagi.

Mungkin karena jiwa anak ini sudah mau bunuh diri di tangan ayahnya sendiri, dia melanggar lagi sabda si penganggur ini. Dia mengambil air minum, tapi gesekan gelasnya didengar oleh Tino. Tino bangun dan lupa bahwa mereka besok mau ke pesantren. Dia kalap. Arie, anak malang ini, harus menjadi santapan kemarahan jam dua dini hari itu. Sahabat anehdidunia.com tak ada teriakan. Tak ada rintihan. Tak ada apapun keluar dari mulut anak yang sudah mencium bau kematian sejak 6 November ini yang bahkan satu jam sebelum kematiannya dia sudah berpesan kepada dua saudaranya bahwa ia akan pergi dengan sangat jauh. Arie terjatuh di lantai. Paniknya Tino dan Santi subuh itu melihat anak itu dan membawanya ke RS dalam kondisi yang sebetulnya sudah tak bernyawa.

Ada raut sesal berkecamuk di hati Tino. Matanya bersimbah air mata melihat Arie terbujur kaku di atas ranjang roda berkain putih yang ditarik perawat putih-putih menuju dunia putihnya. Tapi apa boleh buat. Arie sudah tiada. Arie, si anak malang yang sudah mencium bau kematiannya itu meninggal di dinding penghukumannya. Lalu koran-koran ibukota terbit sore pun menulis dengan besar di halaman depan kematian tragis bocah malang Arie Hanggara. Arie adalah korban dari perceraian orang tuanya.

Junko Furuta



Agen Poker Online Texas Poker November 1988, Publik Jepang Pernah digemparkan dengan kisah Gadis Junko Furuta (18) yang disiksa dan disekap oleh 4 pemuda (Hiroshi Miyano,Yuzuru Ogura, Nobuharu Minato, Yasushi Watanabe) selama 44 hari hingga ahirnya tewas. Sahabat anehdidunia.com kisah ini menjadi sorotan tajam masyarakat Jepang hingga saat ini, bahkan yang membuat geram, salah satu dari ke empat tersangkanya saat ini telah bebas. kisah yang memilukan ini telah di Filmkan 2 kali, dibuat dalam versi komik, dan Band bernama the Gazette membuat lagu berjudul Taion untuk mengenang gadis tersebut.

Kronologis

Hari 1 (22 November 1988) Terjadinya Penculikan

Dikurung sebagai tahanan rumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok, Diperkosa (lebih dari 400 kali totalnya), Dipaksa menelepon orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman, Kelaparan dan kekurangan gizi, Diberi makan kecoak dan minum kencing, Dipaksa masturbasi, Dipaksa striptease didepan banyak orang, Dibakar dengan korek api, Memasukan macam-macam (dari yang kecil sampai yang besar yang tidak bisa dibayangkan) ke vagina dan anusnya

Hari 11 (1 Desember 1988)

Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa kali, Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras, Tangan diikat ke langit langit dan badannya digunakan sebagai samsak hidup sarana untuk ditinju, Hidungnya dipenuhi sangat banyak darah sehingga dia cuma bisa bernafas lewat mulut, Barbell dijatuhkan ke perutnya, Muntah darah ketika minum air (lambungnya tidak bisa menerima air itu), Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan, Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar, Botol dipaksa masuk ke anusnya, sampe masuk, menyebabkan luka.

Hari 20 (10 Desember 1989)

Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki, Dipukuli dengan tongkat bambu, Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut, Tangan di penyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah, Dipukulin dengan tongkat dan bola golf, Memasukan rokok ke dalam vagina, Dipukulin dengan tongkat besi, Saat itu musim dingin bersalju dengan suhu minus dia disuruh tidur di balkon, Tusuk sate dimasukin ke dalam vagina dan anus menyebabkan pendarahan

Hari 30

Cairan lilin panas diteteskan ke mukanya, Lapisan mata dibakar korek api, Dadanya ditusuk-tusuk jarum
Pentil kiri dihancurkan dan dipotong dengan tang, Bola lampu panas dimasukin vagina, Luka berat di vagina karena dimasukin gunting, Tidak bisa kencing dengan normal, Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga saja untuk menggunakan kamar mandi, Gendang telinga rusak parah, Ukuran otak menciut teramat sangat banyak

Hari 40

Memohon sama para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikan penderitaannya.

1 January 1989

Junko tahun baruan sendirian, Tubuhnya dimutilasi, Tidak bisa bangun dari lantai (karena kakinya dimutilasi)

Hari ke 44

Para cowok itu menyiksa badannya yang termutilasi dengan barbell besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong. Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar. Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop.

Junko Furuta meninggal pada hari itu juga dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Tidak ada yang bisa mengalahkan 44 hari penderitaan yang sudah dia alami.

Source
http://mascandu.com
http://candu-webs.blogspot.com/

Selasa, 29 April 2014

Bintang Bollywood Paling Cantik Dari India

Deretan bintang Bollywood di India dipenuhi dengan wanita-wanita cantik dan juga berprestasi. Sebagian dari para bintang tersebut adalah pemenang ajang kecantikan Miss Universe, Miss World maupun ajang kecantikan lain. Lihat Juga Atlet Wanita Cantik Dengan Bayaran Termahal.

1. Priyanka Chopra

Priyanka Chopra adalah salah satu artis India dengan bayaran paling mahal. Selain meraih berbagai penghargaan di ajang perfilman, Priyanka adalah pemenang ajang kecantikan Miss World di tahun 2000. Ia juga bisa bernyanyi dan merilis single Exotic awal tahun ini.

2. Katrina Kaif



Katrina Kaif memiliki darah Inggris - India. Ia adalah seorang model yang beralih profesi menjadi artis, dan merupakan wanita pertama yang menang best aktris dalam ajang People' Choice Awards India. Ia bermain dalam film Ek Tha Tiger yang disebut sebagai film dengan pendapatan terbesar kedua di sejarah Bollywood. Selain itu fakta menarik lain dari wanita ini adalah ia sebenarnya lahir di Hong Kong.

3. Aishwarya Rai



Kecantikan dan prestasi Aishwarya Rai Bachchan patut dibanggakan. Ia adalah pemenang ajang kecantikan Miss World 1994. Sebagai aktris ia berhasil membawa dua penghargaan bergengsi Filmfare Awards, dua Screen Awards, dan dua IIFA Awards. Rai disebut sebagai salah satu selebriti paling berpengaruh di India, dan sering disebut media sebagai wanita paling cantik di Dunia.

4. Kareena Kapoor



Ketika membahas Bollywood, nama Kareena Kapoor adalah sebuah jaminan, bukan sekedar cantik namun juga kemampuan aktingnya. Ia bermain dalam berbagai film dan menampilkan beragam karakter berbeda. Ia pun mengumpulkan 6 Filmfare Awards. Salah satu cerita suksesnya adalah peran dalam 3 IDIOTS yang disebut sebagai film dengan pendapatan paling besar di Hollywood sepanjang masa.

5. Lara Dutta



Sebelum debut di tahun 2003, Lara Dutta memenangkan gelar Miss Universe di tahun 2000. Sesudahnya ia cukup sukses untuk berakting. Selain akting, wanita ini juga sempat mendapat gelar sebagai wanita paling diinginkan di seluruh planet.

6. Anushka Sharma



Di usia 25 tahun, Anushka Sharma memiliki karir yang sangat cemerlang. Ia menjalani debut akting di tahun 2008 dan menang penghargaan Filmfare Award untuk kategori aktris pendukung terbaik. Aktingnya sebagai perencana pernikahan di Band Baaja Baaraat dipuji oleh kritikus dan fans.

7. Sonal Chauhan



Tidak hanya cantik, Sonal Chauhan adalah sosok multitalenta. Ia merupakan seorang model, aktris dan penyanyi. Sonal memenangkan banyak ajang kecantikan dan menjalani debut akting dalam film JANNAT. Sesudahnya Sonal terlibat banyak film dan saat ini juga mencoba pekerjaan di belakang layar.

8. Ameesha Patel


Ameesha Patel menjalani debut akting di Bollywood lewat film blockbuster Kaho Naa...Pyaar Hai. Sejak saat itu ia menjadi seorang bintang. Wanita tersebut mendapat pujian dari para kritik atas kemampuan aktingnya. Pada tahun 2011, Ameesha bahkan membangun perusahaan produksi tersendiri.

9. Diya Mirza


Diya Mirza adalah seorang marketing eksekutif, model sekaligus bintang Bollywood. Ia pertama kali muncul dalam iklan TV. Di tahun 1999, ia menjalani debut dalam dunia film. Diya Mirza juga memenangkan ajang penghargaan Miss Asia Pacific 2000, dan menjadi wanita India pertama yang memenangkan penghargaan tersebut dalam 27 tahun.

10. Deepika Padukone



Meski anak seorang pemain badminton, Deepika Padukone tidak mengikuti jejak orang tuanya dan memilih berkarir di dunia akting. Sejak debut di Bollywood pada tahun 2006, Deepika Padukone telah terlibat dalam banyak film. Ia membangun reputasi sebagai wanita yang mandiri di layar lebar.


Artikel Menarik Lainnya :

PokerKiuKiu Agen Judi Poker dan Domino Uang Asli Indonesia
Buka-bukaan Bisnis Online Sederhana Hasil Dahsyat Modal Hemat

Selasa, 08 April 2014

Geng Motor Paling Ditakuti di AS

Sejumlah aksi brutal yang ada di Jakarta belakangan ini sudah sampai merenggut nyawa manusia tak berdosa, aksi kekerasannya membuat reputasi club atau komunitas motor jadi terkesan buruk yang tidak sama dengan kelompok kecil komunitas seperti geng motor. Dimana pada umumnya komunitas atau klub motor berada di bawahan asuhan kepolisan, dan tingkat sosial kegiatan ke-masyarakatan dari club/komunitas sangat tinggi. Akan tetapi dengan ulah geng motor yang sekarang ini 'unjuk gigi' membuat kelompok masyarakat menjadi resah dengan aksi teror brutal dari tindakan kriminal mereka. Lihat juga burger termahal di dunia.

Keresahan yang ada di Jakarta serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam, keberadaan geng motor sudah terbilang cukup lama. Walau aksi mereka tak kalah meresahkan, sampai sekarang mereka masih juga menderu-deru di jalanan.

Berikut 5 geng motor yang paling ditakuti di AS:
1. Outlaws

Geng motor ini merupakan yang paling tua di AS. Lahir pada tahun 1935 di Bar Matilda, ia menjadi acuan bagi geng motor lainnya. Mereka kerap melakukan aksi ilegal seperti transaksi narkoba secara terbuka.

2. Hell's Angels

Ini merupakan geng motor terbesar di AS. Geng yang memiliki lambang tengkorak bersayap ini didirikan pada tahun 1948 di California. Aktivitasnya tidak hanya touring, juga melakukan transaksi narkoba dan menjarah sejumlah minimarket.

3. Mongols MC

Ini adalah geng motor yang terdiri dari orang-orang yang kecewa pada Hell's Angels. Setelah lahir, geng ini jadi musuh besar Hell's Angels. Mereka kerap baku hantam dengan anggota Hell's Angels, bahkan saling tusuk hanya karena hal-hal sepele.

4. Warlocks

Geng motor ini terkenal rasis. Untuk menjadi anggotanya harus berkulit putih. Geng yang didirikan veteran perang AS pada 1967 di Philadephia ini memiliki lambang menyerupai simbol mitologi Yunani kuno, Harpy, yang dilengkapi dengan sayap. Biasanya mereka menyerang geng yang beranggotakan warga keturunan Afrika atau Mongol.

5. Bandindos

Didirkan pada tahun 1966 di Texas oleh kelompok veteran perang Vietnam, Lambang mereka unik: gambar kartun orang Meksiko memakai sombrero. Kaskus


Minggu, 09 Maret 2014

KETIKA HATI HARUS MEMILIH

Rasa bersalah dan penyesalan terhadapmu masih saja menghantuiku. Sedetikpun aku tak kuasa menghilangkan bayangan-bayanganmu, dan itu sangat menggangguku. Mungkin inilah karma yang aku dapatkan setelah aku melakukan kesalahan terbesar kepadamu. Kesalahan yang seharusnya tidak aku lakukan. Kesalahan yang merubah seluruh alur kehidupanku.
               Yaaa, hidupku berubah sejak saat itu. Sejak aku menyadari aku telah mensia-siakan seseorang yang sangat mencintaiku. Tapi, inilah hidup dan aku harus terus menjalaninya walau seberat apapun. Aku harus terus berjalan.

*****
Aku Titania Putri. Siswi salah satu SMA terkenal di kotaku tercinta Malang. Kota yang sejuk dan terkenal dengan apelnya. Ada yang bilang juga, Malang adalah kotanya para pelajar. Kota yang damai dan sangat nyaman. Yaa, hidupku memang bisa di bilang sempurna menurut versiku, aku memiliki orang tua yang sangat mengerti aku, teman-teman yang baik, dan seorang kekasih yang sangat menyayangiku, Vino. Meskipun banyak teman yang bilang cowokku ini adalah cowok cupu, but I think he is a perfect boy. 
               “ Morning, Princess ? Udah siap berangkat ? “ sapa Vino pagi itu, saat dia menjemputku untuk pergi ke sekolah bersama.
               “ Morning too, My Price. “ balasku dengan senyuman tak kalah indahnya.
               Setiap pagi aku di jemput oleh Vino untuk berangkat sekolah bersama, karena memang kita satu sekolah. Vino adalah cowok yang sangat pengertian dan sabar, dia selalu bisa membuatku merasa nyaman bila dekat dengannya, Vino juga sangat menyayangiku, aku tau itu, karena dia selalu berusaha menjagaku. Selama kurang lebih 1 tahun kami pacaran, kita jarang sekali bertengkar, jika memang aku lagi bête dia selalu bisa menghiburku, jika ada masalah dia juga selalu bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin, tidak seperti aku yang susah mengendalikan emosi. Dia juga pintar, di sekolah Vino adalah salah satu siswa yang cerdas. Kadang aku minder jika melihat dia bisa dengan mudahnya menyelesaikan soal yang aku anggap sangat sulit. Tapi sayangnya, banyak orang yang memandang Vino sangat cupu, mungkin karena dia memang tidak bergaul dengan orang-orang popular di sekolah, dia juga bukan cowok yang fashionable. Tapi, dia tetap yang terbaik buat aku.

*****
               “ Tit, ntar malem dateng kan ke partynya Vega ? “ Tanya Anissa padaku saat aku baru saja masuk kelas.
               “ Liat ntar ya, Niss. Aku gak tau soalnya Vino bisa apa gak. “
               “ Sekali-sekali gak usah sama Vino gak papa kali, Tit. Lagian Vino juga gak mungkin bisa, kan di pikiran dia belajar melulu isinya. “
               “ Iya kan emang itu yang lebih penting. Aku belajar bareng Vino ajalah, Niss. Maaf yaa. “
               “ Ahh… Gak asik nih. Kamu sih, Tit. Pake pacaran sama si kutu buku itu. Ya udah deh terserah kamu. “ kata Anissa kesal
               “ Maaf deh, Niss. Lain kali aku janji bakal ikut acara kamu deh. “
               Anissa adalah sahabatku dari SMP. Dari kita kenal sampai saat ini kita baru sekali gak sependapat. Pendapat kita selalu beda tentang Vino, Anissa selalu menganggap aku salah memutuskan untuk jadian dengan Vino, karena menurut dia Vino itu kutu buku yang ngebosenin banget dan gaya dia juga sangat biasa aja. Tapi bagaimanapun Vino tetap yang teristimewa menurutku.
               “ Tita, bagi PR matematikanya dong. Kamu pasti udah selese kan ? “ kata Anissa sambil nyengir kuda.
               “ Yee… Dasar ! Baru aja sewot ke aku sekarang malah mau nyontek PR. Kalo aku yoo malu toh, Niss “ kataku pada Anissa, memang aku dengan Nissa gak bisa lama-lama sewot-sewotan gini. Hehehe :D
               “ Hehehehe. Udah deh buruan, sepuluh menit lagi udah bell, aku tak buru-buru nyontek PR kamu “
               Jam pertama hari ini adalah Matematika, satu dari seabrek pelajaran yang membuat kepalaku hampir pecah. Tapi untung saja aku punya cowok pinter, jadi setidaknya bebanku di beberapa mata pelajaran itu sedikit berkurang sejak aku jalan dengannya. Baru kali ini aku pacaran dengan seseorang dan dia bisa bikin nilai aku terangkat. Sambil menyelam minum air lah, ya pacaran, ya belajar. Bisa ngirit juga, karena gak perlu bayar guru private lagi. Hehehehe :p

*****
               Malam ini Vino datang ke rumahku. Karena aku besok ada ulangan fisika, dia sengaja aku ajak belajar bersama. Meskipun kita sebenernya gak satu kelas sih. Selama pacaran dengan dia memang acara nge-date kita selalu identik dengan belajar bareng, beda banget sama yang lain.
               “ Sayang, hafalin dulu dong Hukum-hukum newtonnya. Kalo kamunya hafal, soal-soal ini pasti gampang kok. “
               “ Iya-iya. “
               “ Kalo kamu gak hafal soal-soal itu gak bakalan bisa kamu kerjain, karena dasarnya ada di situ. “ kata Vino bak seorang guru.
               “ Iya-ya, bawel “ jawabku sedikit sewot.
               “ Sayang. “
               “ Apa lagi sih ? Katanya di suruh ngafalin, tapi kamunya ganggu terus. “
               Saat aku menoleh ke arahnya, ku lihat Vino menatap mataku tajam. Jujur, aku sampai berkeringat di tatap seperti itu. Selama kita jalan, baru kali ini Vino memandangku seperti itu, apa ada yang salah dari aku ? Aku rasa tidak. Wajahnya semakin mendekat ke wajahku, apa dia akan… Ahh, aku tak tau, yang jelas saat ini aku gugup sekali. Semakin lama wajah Vino semakin mendekat, dan…
               “ Love You, Tita. I will always love you. “
               Haaa…. Rasanya aku pengen teriak sekenceng-kencengnya. Dasar Vino, aku udah hampir pingsan di tatap seperti itu, ternyata dia cuma nyium keningku dan ngomong gitu. Huft
               But, I’m soo happy, cara dia kali ini romantis banget menurutku, baru kali ini Vino seperti itu padaku. Karena emang dasarnya dia bukan cowok romantis, jadi dengan seperti itu saja udah luar biasa banget. Hehehehehe :D
               “ Love you too, Honey. I believe you. “ balasku padanya setelah terbengong-bengong sebentar.
               “ Udah deh lanjut lagi hafalanya. “
               Malam ini lumayan istimewa buat aku, Vino udah lumayan romantic. Hehehehehe
               Emang norak sih, tapi memang baru kali ini Vino seperti itu, jadi wajarkan kalo aku ngerasa itu istimewa. Tatapan dia tapi indah banget, keliatan banget ketulusan dia saat itu. Jujur, itu membuat aku semakin sayang sama dia. 

*****
               “ Sayaaang, aku lolos. “ kata Vino mengagetkanku seraya memelukku.
               “ Lolos apa sih, sayang ? “ aku benar-benar kaget saat itu, karena Vino tiba-tiba datang dan memelukku, gak biasanya dia seperti ini. Lebih-lebih kalo di sekolah.
               “ Aku masuk nominasi siswa yang mau dapet beasiswa kuliah di Oxford Univesity. Itu udah aku cita-citain dari dulu, sayang. “
               “ Serius ? Selamat ya sayang, aku ikut seneng. “
               “ Makasih ya, sayang. Tapi, aku harus lolos satu seleksi lagi buat bisa bener-bener dapetin beasiswa itu. Harus makin serius belajar nih, sayang. “
               “ Iya aku tau, aku dukung kamu terus kok, sayang. Ehh, pulang yuk. Keburu ujan nih. “
               Kamipun berjalan menuju parkiran. Hari ini senyum Vino tak pernah hilang, aku tau hari ini sangat istimewa buat dia. Tinggal selangkah lagi dia dapetin beasiswa impian itu, setelah bergelut dengan ribuan pelajar yang mengikuti seleksi dari awal. Aku turut senang mendengar kabar itu, walau secara gak langsung ini jelas akan sangat mengurangi waktuku dengan dia. Karena Vino pasti akan lebih banyak menyisihkan waktu untuk belajar, dan aku hanya bisa mendukung Vino untuk hal ini.

*****
               Vino udah gak bisa sesering dulu nemenin aku. Karena dia lagi sibuk belajar untuk test lanjutan itu. Sms-an pun sepertinya susah, jika aku sms hanya sekali atau dua kali dia membalas, setelah itu selesai. Aku jadi merasa jauh dengan dia, tidak seperti dulu lagi. Kadang aku kangen saat-saat seperti dulu, saat kita bisa belajar bareng, tapi sekarang dia sudah terlalu sibuk. Weekend kali ini juga jadi garing banget, malem minggu yang biasanya di temenin Vino, sekarang jadi acara galau-galauan di dalem kamar sambil ngedengerin music. Bosen di rumah aku coba sms-in Anissa, sapa tau dia bisa nemenin aku.

To : Nissa
Non, ngpain ?
bsen nih d ruma…

Tak beberapa Nissa membalas pesanku.

From : Nissa
Kagak ngpa*.in non…
K.spi.an yaa ? :p
Ehh, bsok ikut ak yokk, ke Matos cari sesuatu…
:D

               Kali ini aku langsung meng-iya-kan ajakan dari Nissa, karena memang besok aku gak ada acara. Aku gak ngarep Vino bakal ngajak aku jalan, karena dia terlalu sibuk dengan belajarnya dan seakan lupa denganku. Jujur, sebenernya aku kangen sama Vino, kenapa dia seakan lupa sama aku. Semoga saja dia hanya terlalu sibuk belajar dan setelah test dia akan kembali seperti dulu. 

*****
               Udah hampir 2 jam aku muter-muter Matos dengan Nissa siang ini. Kaki aku rasanya udah keriting, tapi Nissa sampai sekarang belum juga nemu barang yang di cari.
               “ Niss, kamu nyari apaan sih ? 2 jam kita ini muter-muter disini, aku kesel non. “
               “ Yee, kamu kan uda lama gak nemenin aku, baru segini aja udah ngamuk. Huuu… “
               “ Kaki aku uda pegel nih. “
               “ Yaweslah, nongkrong di kafe depan aja ya ? Sambil nunggu temenku yang lain. “
               Legaaa. Akhirnya bisa duduk juga setelah lama muter-muter nemenin si Nissa. Hari cuaca lumayan panas, keadaan disini juga cukup ramai. Mungkin orang-orang pada mikir kalo sekarang ini adalah saat yang tepat untuk keluar rumah, karena memang akhir-akhir ini Malang selalu diguyur hujan.
               “ Tita, kenalin nih temen aku, Rendy. “ kata Nissa membuyarkan lamunanku, aku baru sadar kalo ternyata ada orang yang datang.
               “ Ohh, iya. Aku Tita.” Aku menerima jabatan tangan Rendy, aku baru tau kalo di Nissa punya temen cakep. Rendy cool banget. Hehehehehehe :p
               “ Ren, ini nih Tita. Sahabat aku dari SMP yang sering aku certain ke kamu. “
               “ Ohh, iyaa. “ jawab Rendy singkat.
               “ Rendy ini kakak kelas aku waktu SD dulu, Tit. Dia juga tetangga aku, tapi pas SMP dia pindah ke Bali ngikut ortunya. Sekarang lagi kuliah di UB. “ Nissa nyerocos aja tuh ngenalin si Rendy ke aku, kalo gini gayanya udah kaya sales kosmetik. Aku Cuma bisa ber” Ho-oh “ ria. Hehehehehe :D
               “ Ehh, aku ke toilet dulu ya ? Ren, jagain Tita, jangan sampe kabur. “ kata Nissa sambil nyengir, dasar tuh bocah,emang aku kucinng apa harus dijagain biar gak kabur.
               “ Btw, Tita rumanya dimana sih ? “
               “ Rumah aku ada di Jln. Duku. Kamu sendiri ? Nge-kost disini ? “
               “ Iya, aku nge-kost dideket kampus, kapan-kapan aku boleh ya main ke rumah kamu ? “
               “ Boleh kok. “ kataku sambil tersenyum.
               Obrolan kami terus mengalir, ternyata Rendy anaknya bener-bener asik. Kita baru kenal beberapa jam aja udah bisa ngobrol selancar ini dan nyambung banget. Dianya cakep juga lagi. Hehehehe :D. Tapi, ini hanya sekedar mengagumi saja, gimanapun aku tetep sayang sama Vino, kekasihku yang kini sedang tenggelam dalam keseriusannya mengejar cita-cita.
               “ Tit, Ren, pulang yuk ? Udah sore nih. “ ajak Nissa setelah kembali dari toilet.
               Aku hanya mengangguk meng-iya-kan. Tapi sebelum pulang aku sudah sempat bertukar nomer hp dengan Rendy. Mungkin untuk akhir-akhir ini Rendy bisa menemaniku saat Vino sedang sibuk.

*****
               Malam ini lagi-lagi aku sendirian di kamar, hanya di temani dengan alunan lagu Dan Tak Mungkin dari Agnes Monica. Saat lagi asik dengerin musik tiba-tiba handphoneku berbunyi, aku kira itu pesan dari Vino, tapi ternyata bukan itu Rendy.

From : Rendy
Malem Titaaa
:D

               Aku segera membalas pesan dari Rendy, malam ini aku lebih beruntung rupanya, karena Rendy bisa menemaniku walau hanya lewat sms. Sampai sekitar jam 10 malam kita sms-an. Rendy ngajakin aku jalan ber-dua. Sebenernya aku ingin menolak karena takut melukai Vino jika dia tau aku jalan sama cowok lain. Tapi, aku gak bisa nolak ajakan dari Rendy karena memang sejujurnya aku pengen banget jalan-jalan. Akhirnya aku meng-iya-kan ajakan dari Rendy.

*****
               Malam itu datang Rendy menjemptku ke rumah tepat pukul 7 malam, aku tak tau dia akan mengajakku kemana, kata dia sih Cuma ke suatu tempat yang indah. Di sepanjang perjalanan aku hanya bisa menebak-nebak aku akan di ajak kemana oleh Rendy. Gak berapa lama kita sampai ke tempat yang di tuju. Sumpah, tempat ini indah banget. Meskipun masih di Malang, tapi aku belum pernah mengunjungi tempat ini. Kata Rendy sih, tempat ini namanya Bukit Bintang. Pastas orang menyebutnya seperti itu karena kita memang serasa dekat sekali dengan bintang kalau berada disana.
               “ Tita. “
               “ Apa, Ren ? “
               “ Kamu cantik hari ini, makasih ya udah mau nemenin aku kesini. “
               “ Seharusnya aku yang bilang makasih, karena kamu udah bikin aku seneng hari ini, Ren. “ balasku sambil tersenyum.

*****
               Semakin lama aku semakin dekat dengan Rendy, sekarang aku lebih sering ketemu dan sms-an dengan Rendy daripada dengan Vino. Aku juga merasa semakin jauh dengan Vino, padahal sekarang Vino sudah tidak lagi sibuk dengan belajarnya. Jujur, Rendy memang cowok yang asik, dia sangat berbeda dengan Vino. Perasaanku mulai goyah terhadap Vino. Dan sepertinya dia merasakan perubahanku itu.
               Malam ini, aku jalan lagi sama Rendy. Ke Bukit Bintang, tempat favorit kita.
               “ Tita, boleh aku ngmong sesuatu ? “
               “ Ngomong aja, Ren. “
               “ Tit, kamu mau gak jadi cewekku ? “
               Jleb ! Aku gak percaya Rendy berani nembak aku, padahal dia tau kalo aku masih jalan sama Vino.
               “ Aku tau Tita kalo kamu masih punya Vino, tapi jujur, aku gak bisa nutupin perasaan ini. Dari awal kita ketemu aku udah suka sama kamu. Mungkin ini konyol, tapi aku rela kok jadi yang kedua. “
               Kata-kata Rendy barusan bener-bener buat aku shock, aku gak nyangka kalo dia bisa ngomong kayak gitu.
               “ Ren, kalo aku boleh jujur, sebenarnya aku juga sayangsama kamu. Tapi aku bingung, aku masih punya Vino, dan aku susah buat mutusin dia karena dia memang gak ada salah. Apa kamu bener-bener gak papa jadi yang kedua ? “
               “ Apapun aku rela, Tit. Asal aku bisa sama kamu. “
               Handphoneku bordering, saat kulihat ternyata itu dari Vino. Degup jantung semakin kencang saja, aku mengangkat telfon Vino.
               “ Sayang, sepuluh menit lagi aku sampai di rumah kamu. Aku mau ngajak kamu jalan, maaf ngedadak karena aku mau ngasih surprise. “
               Aku tak dapat berkata apa-apa, aku bingung karena aku sayang keduanya.
               “ Sayang, halo ? Tita sayang, kamu gak papa kan ? “
               Klik ! Aku memutus telfon dari Vino dan segera mengirim sebuah sms.

To : ..maii hunbie..
Vino, maafin ak…
Km gak lbih baik plg nd gak usah jmput aku…
Makasih buat selama ini.

               Saat aku mengirim pesan itu rasa hatiku sungguh berkecamuk. Aku harus memilih salah satu dari mereka. Aku memang harus membuat luka pada salah satu dari mereka, tapi inilah keputusanku. Aku memilih Rendy, dia yang selalu menemaniku selama ini.
               “ Ren, sekarang aku cuma milik kamu. “ ucapku sambil tersenyum pada Rendy.
               “ Makasih, sayang. Aku janji bakal selalu jaga kamu. “
               Tak berapa lama handphoneku kembali berbunyi, tapi sama sekali tak ku hiraukan. Aku yakin itu pasti Vino. Aku sengaja mengabaikannya agar aku tak lagi goyah dengan keputusanku. Aku takut aku akan kembali bimbang jika memdengar suara Vino lagi. Namun, handphoneku tak berhenti berdering, dan akhirnya aku mencoba melihat sapa yang menghubungiku, ternyata Anissa.
               “ Tita, kamu dimana ? Vino kecelakaan, buruan ke rumah sakit. Kondisi dia parah banget. “
               Aku segera mengajak Rendy ke Rumah Sakit. Perasaanku saat ini sangat kacau. Aku merasa sangat bersalah pada Vino, gak seharusnya aku mengatakan hal seperti tadi itu saat dia sedang mengendarai motor. Kenapa aku tadi gak mikir akibatnya sampai sejauh ini. Aku tak sanggup membendung air mataku.
               Saat aku sampai di Rumah Sakit, aku melihat Anissa dan keluarga Vino, teman-teman satu kelasnya juga ada disana. Aku merasa sangat bodoh karena tak memikirkan apa yang terjadi akibat keputusanku tadi.
               Tak berapa lama seorang Dokter keluar dari ruangan tempat Vino di rawat. Orang tua Vino segara menghampirinya.
               “ Dok, bagaimana anak saya ? Dia baik-baik saja kan ? “
               “ Benturan yang terjadi di kepalanya sangat parah. Dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Maaf, anak ibu tak bisa kami selamatkan, “
               Kata-kata dokter barusan benar-benar seperti sambaran petir bagiku. Aku tak percaya dengan ini semua, aku telah membuat Vino menjadi seperti ini. Aku merasa ini semua salahku, aku merasa sangat bersalah, aku bodoh, dan aku sangat jahat pada Vino.
               Sebuah sms masuk ke handphoneku, dari Vino. Balasan dari sms yang aku kirim tadi, pesan yang dia tulis sebelum kecelakaan itu terjadi yang sempat pending dan baru baru terkirim sekarang.

From : ..maii hunbie..
Sayang, ak tau ak mmang bkan cow xg smprna nd baik buat km..
Ak tau ak gak bsa buat km snenk, ak jga bkan cow xg gaul, ak gak prnah bsa bkin kmu
snenk, nd ak jga sngat mmbosankan..
Ak sdar itu, Tita..
Ak hrgai k.ptus.an km ini, ak jga mngrti bhwa km tlah mnmukan cow xg lbih baik dr ak
untk nmnin km..
Tpi Tita, mskpun km sekarang bukan milikku lagi ak akan slalu mencintai kmu..
Hati ini Cuma km xg memiliki, ak yakin suatu saat nanti ak akan dapat mmlikimu lagi, walau itu di alam xg berbeda, ak akan selalu mnunggu. 
Love U Tita…

               Pesan ini benar-benar membuatku sesak, aku sangat bodoh karena aku telah menyia-nyiakan seseorang yang telah sangat tulus mencintai aku. Aku benar-benar menjadi cewek yang sangat beruntung telah mendapat cinta tulus dari Vino, tapi apa yang aku lakukan. Aku membuat dia sakit hati dan akhirnya mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, yang merenggut semua cita-cita dia. Aku tak kuasa menghadapi semua kenyataan ini, kenyataan bahwa Vino sangat tulus mencintaiku dan aku telah menyakiti dia. Dalam sekejap semua terasa gelap dan menghilang…

*****
               Di hadapanku sekarang, segunduk tanah dan batu nisan bertuliskan nama Malvino Putra Pratama. Aku masih menatapnya dalam-dalam, tak percaya bahwa dia sudah benar-benar tiada. Vino telah pergi dengan sebuah luka. Luka yang aku sayatkan dengan begitu dalam. Luka yang aku berikan kepada dia yang sangat mencintaiku. Aku sangat menyesal saat ini, tak seharusnya aku mengambil keputusan itu. Seharusnya aku tau bahwa Vino memang yang terbaik. Tapi, apalah arti sebuah penyesalan, jika semua sudah begini adanya. Aku tak tau apakah aku bisa memaafkan kebodohanku ini.
               Sekarang tak ada yang bisa aku lakukan, semua sudah terlambat. Hanya tangis penyesalan yang terus terurai atas kepergian seseorang yang sebenarnya sangat aku cintai dan itu semua karena kesalahan terbodoh yang aku lakukan.

MENANTI DESEMBER

Puisi itu kembali terlantun dari bibir mungil Vera. Sudah hampir 3 tahun Vera melantunkannya sambil duduk di dekat jendela kamarnya dan menatap rembulan yang tiada henti menyinari malamnya. Itu seolah telah menjadi kegiatan rutinnya sebelum tidur.

“Vera… kamu belum tidur nak…?” tegur Mama Vera yang tiba-tiba saja telah berdiri di belakangnya.
“Belum Ma…” jawab Vera singkat.
“Trus, ngapain kamu duduk di situ…? Nanti kamu masuk angin.”
“Aku cuma liat bulan kok Ma. Liat dech, bulannya cantik banget…! Kayak Mama. Rasanya, aku ingin terus melihat bulan itu. Selamanya…” Ujar Vera sambil tersenyum dan memeluk Mamanya. Mama Vera pun membalasnya dengan pelukan yang hangat. Dan tanpa dia sadari, dia meneteskan air mata.
“Ma, Mama kok nangis…?” Tanya Vera saat air mata Mamanya menetes tepat di jemari tangannya.
“Nggak apa-apa sayang. Sekarang kamu tidur yah…!” ujar Mamanya sambil menyeka air matanya dan menuntun Vera ke pembaringannya.
“Selamat malam Ma.” Ujar Vera sambil tersenyum.
“Selamat malam sayang…” balas Mama Vera sambil mencium kening putri semata wayangnya.
Keesokan harinya, Vera kembali beraktivitas seperti biasanya. Bangun pagi-pagi, shalat, mandi, berpakaian rapi, sarapan, kemudian ke sekolah.
“Ma, aku berangkat dulu yach…” pamit Vera.
“Iya nak. Hati-hati di jalan.”
“Ok Ma… Assalamu alai’kum…”
“Wa’alaikum salam.”
Sesampainya di sekolah, Vera disambut dengan happy oleh sahabat-sahabatnya.
“Pagi guys…” sapa Vera.
“Pagi nona Vera…” balas sahabat-sahabatnya serempak.
Happy banget non… sampe senyum-senyum sendiri… baru dapat lotre yah…?” canda Citra.
“Hehehe… nggak kok. Pagi hari itu harus disambut dengan senyuman. Agar hari yang kita lalui terus dipenuhi oleh senyum dan kebahagian. Juga dapat menghapus segala luka dan duka yang terselip  di dalam hati. Sehingga kecerian kembali meliputi perasaan kita. Dan, nggak ada gunanya juga terus bernestapa meratapi kesedihan yang berlalu… maka, tetaplah kau tersenyum agar semua dukamu berangsur hilang dan berganti menjadi kecerian.” ujar Vera sambil tersenyum manis yang membuatnya kelihatan lebih cantik.
“Iyah Bu guru…” balas Citra.
“Yayayaa…beginilah susahnya berbicara dengan sang pujangga. Setia ucapan kita pasti dibalas dangan kata-kata yang puitis.” Timpal Karin.
“Hehehee… kalian ada-ada aja.”
Tak berapa lama mereka mengobrol, bel pun berbunyi. Mereka segera duduk di bangku masing-masing sambil menunggu guru mata pelajaran pertama hari itu.
“Selamat pagi anak-anak.” sapa Pak Syarif guru bahasa Indonesia sekaligus wali kelas mereka yang baru saja tiba di kelas.
“Pagi Pak……” jawab anak-anak dengan serempak.
“Baiklah, sebelum kita memulai pelajaran hari ini, saya akan memberitahukan sebuah informasi mengenai ulangan semester genap.” Ujar Pak Syarif. “Kemungkinan, ulangan akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Desember nanti kira-kira tanggal 12-17. Jadi, saya harap kalian bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan saya tidak mau ada siswa atau siswi dari kelas ini yang tinggal kelas. Kalian mengerti…?!” tegas Pak Syarif.
“Mengerti Pak…”
“Desember…” desis Vera lirih.
“Kenapa Ver…? Kok kamu kelihatan tegang gitu…? Biasanya kamu yang paling semangat kalau mau ulangan…?” Tanya Karin.
“Nggak kok. Oiaya, kita harus ngebentuk kelompok belajar bersama agar kegiatan belajar kita bisa efektif dan nggak cuma di sekolah.” Jawab Vera sambil berusaha tersenyum.
“Aku setuju…” ujar Citra diikuti anggukan setuju pula dari Karin.
“Tapi, nggak seru kalau cuma kita bertiga. Gimana kalau kita ajak Nia dan Dhea…?” usul Karin.
“Terserah kalian aja dech…” ujar Vera.
Mereka kemudian mengikuti pelajaran hari itu dengan serius. Dan sepulang sekolah, Vera, Citra, dan Karin mengutarakan niat mereka untuk mengajak Nia dan Dhea bergabung dalam kelompok belajar mereka. Dan ajakan tersebut disambut dengan riang oleh mereka.
“Ver…kita belajarnya di rumah kamu aja yah. Rumah kamu kan luas, jadi pasti bisa nampung kita.” Usul Nia.
“Iya. Lagipula, di rumah juga nggak ada siapa-siapa kok. Cuma ada aku dan Mama. Siapa tahu, dengan kehadiran kalian, rumahku bisa jadi rame. Yah, ibarat kata hadirnya dirimu  kan berikan suasana baru dalam hariku” Jawab Vera sambil tersenyum.
“Ok. Sekarang kita tinggal ngatur jadwalnya aja.” Kata Dhea.
“Aku nggak bisa hari senin dan rabu. Soalnya ada kursus bahasa inggris.” Ujar Citra.
“Aku juga nggak bisa kalau hari rabu. Aku kan lagi kursus Matematika.” Timpal Karin.
“Kalau aku sich belakangan ini, lagi nggak ada kegiatan. So, hari apa aja bisa.” Nia ikut angkat bicara.
“Kalau kamu Dhe…?” Tanya Vera sambil melihat ke arah Dhea.
“Aku sama kok kayak Nia. Kapan aja bisa.”
“Mmmh…berhubung hari jum’at aku kursus bahasa inggris dan setiap senin aku ngajar anak-anak ngaji, jadi jadwal bisa hari selasa, kamis, dan sabtu. Gimana…?” Vera memberi usul.
“Ok dech…” jawab yang lainnya serempak.
Setelah selesai mengatur jadwal yang ditetapkan, mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing. Kebetulan hari itu, Vera nggak bawa motor, jadi dia nebeng sama Karin.
“Vera… kamu kenapa nak…? Kamu kelihatan pucat.” Tegur Mamanya ketika Vera baru pulang dan berjalan menuju kamar sambil memegang kepalanya.
“Nggak apa-apa kok Ma. Aku Cuma sedikit pusing. Mungkin karena cuaca yang sangat panas.” Jawab Vera sambil berusaha tersenyum karena, dia tak ingin membuat Mamanya merasa cemas.
“Kamu sudah makan obat…?”
“Udah tadi di sekolah. Mama nggak usah khawatir yah. Aku baik-baik aja kok. Aku cuma kurang istirahat. Di sekolah juga lagi banyak tugas.”
“Ya sudah. Sekarang kamu makan yah nak.! Setelah itu kamu tidur. Biar perasaan kamu bisa lebih enakan.”
“Iyah Ma.”
Vera kemudian mengganti seragam sekolahnya kemudian makan siang bareng Mamanya. Selepas makan, Vera lalu memberitahu Mamanya tentang kelompok  belajar yang baru dia bentuk. Dan Mamanya pun setuju dengan  keinginan Vera yang mengajak temannya belajar di rumah mereka.
***
                Ujian semester kurang lebih 1 minggu lagi. Vera dan kawan-kawannya sudah siap dengan matang untuk menghadapi ujian nanti. Namun, teman-teman Vera merasa heran karena sudah satu minggu lebih Vera tidak masuk sekolah. Menurut surat yang disampaikan kepada guru, Vera sedang sakit. Tapi, mereka tak tahu Vera sakit apa. Karena selama ini Vera kelihatan baik-baik saja. Kalau pun sakit, paling cuma dua atau tiga hari saja. Itu pun hanya sakit ringan.
“Vera sakit apa yah…? Nggak biasanya dia sakit sampai berhari-hari kayak sekarang.” Ujar Citra.
“Iya nich. Padahal semester bakal dilaksanakan minggu depan.” Tambah Dhea.
“Gimana kalau kita ngejenguk Vera aja. Udah lama juga kita nggak kumpul-kumpul bareng.” Usul Nia.
“Iya nih. Aku juga kangen ama kata-kata puitis anak itu.” Ujar Karin sambil nyengir.
So, kita go-nya kapan…” Tanya Dhea.
“Ntar aja. Pas pulang sekolah. Hari ini kan hari sabtu, jadi kita pulangnya cepet.” Nia kembali memberi usul.
“Ya deh.” Semuanya setuju.
Sepulang sekolah, mereka semua kemudian ke rumah Vera. Berharap bisa bercanda ria kembali dengan sahabat mereka.
“Assalamu alaikum…” seru mereka serempak ketika sampai di depan rumah Vera. Namun, tak ada jawaban. Mereka kemudian kembali memberi salam. Dan tak berapa kemudian, Mama Vera datang sambil menyeka air mata yang berlinang di pipinya.
“Wa’alaikum salam…” jawabnya dengan terbata.
“Ada apa tante…? Tante kok nangis…? Vera di mana…?” Tanya Citra dengan perasaan khawaatir. Namun Mama Vera tak menjawab dia hanya terus diam dalam tangisannya yang membuat Citra, Karin, dan Nia heran campur khawatir.
“Tante tenang dulu yah. Kita ke sini cuma mau ngejenguk Vera kok.” Nia mencoba menenangkannya.
“Kalau kalian mau ngejenguk Vera, dia ada di kamarnya.” Ujar Mama Vera dengan terbata dan menuntun keempat gadis belia tersebut ke kamar Vera. Namun, apa yang Citra, Karin, Nia, dan Dhea liat sungguh membuat mereka kaget. Vera tengah terbaring tak berdaya di atas kasurnya dengan selang infus yang ada di pergelangan tangannya.
“Vera kenapa tante…? Apa yang terjadi sama dia…?” Tanya Citra yang tak sanggup menahan air matanya saat berdiri tepat di hadapan sahabatnya.
“Sudah 5 hari Vera terbaring koma. Tapi, dia tak mau di rawat di rumah sakit. Dia bersih keras mau di rawat di rumah. Sebenarnya, selama ini Vera mengidap penyakit kanker otak. Tapi, dia selalu melarang tante untuk memberitahukannya ke kalian. Dan dokter memvonisnya hanya bisa bertahan sampai Desember tahun ini.” Jelas Mama Vera dengan air mata yang bercucuran.
“Astagfirullah hal adzim…” desis mereka berempat hampir bersamaan.
“Vera… kenapa kamu nggak pernah bilang ke kita kalau kamu itu sakit. Kenapa Ver…? Kita kan sahabat…? Tapi, kenapa kamu nyembunyiin hal ini dari kami…” ujar Karin sambil menangis dan menggenggam tangan Vera.
“Vera…bangun…!!! Kamu harus kuat. Kita selalu ada buat kamu. Kita semua sayang sama kamu Ver. Kita nggak mau kehilangan kamu…” lanjut Nia. Setelah mendengar kata-kata Nia, tiba-tiba saja jari tangan Vera bergerak dan Vera perlahan membuka matanya.
“Vera…kamu sadar nak.” Ujar Mamanya sambil mendekat ke arah Vera.
“Ma..Mama…” ujar Vera dengan terbata dan suara yang terdengar parau.
“Iya sayang… Mama di sini. Di sini juga ada sahabat-sahabat kamu. Mereka mau ketemu sama kamu. Katanya kamu harus kuat.” Mama Vera kembali tak dapat menahan air matanya.
Guys…maafin aku yah…” ujar Vera lagi.
“Ssssstt…kamu nggak perlu ngomomg apa-apa Ver. Kita udah tahu. Sekarang kamu yang semangat yah.” Ucap Dhea dalam isak. Vera yang tak mampu bersuara lagi, hanya bisa memaksa dirinya untuk tersenyum. Tiba-tiba saja Vera berusaha mengangkat kepalanya dan mengambil sesuatu di bawah bantalnya. Dan ternyata itu adalah sebuah surat. Vera kemudian menyerahkan surat tersebut kepada Citra dengan tangan yang bergetar.
“Aku pengen kalian baca surat itu.” Ujar Vera dengan terbata-bata.
“Iya Ver. Kita akan baca surat ini.” Jawab Citra sambil meraih surat yang disodorkan Vera.
“Ma…temen-temen…aku mau tidur dulu yah. Aku capek. Aku mau istirahat dulu. Kalian jaga diri baik-baik.” Ucap Vera lagi sambil menutup kedua matanya. Mama dan temam-temannya hanya bisa mengangguk dan menangis mendengar perkataan Vera. Perkataan terakhir yang keluar dari mulut Vera. Karena beberapa saat setelah itu, Vera telah menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggalkan semua orang yang mengasihinya. Mama dan sahabat-sahabatnya hanya bisa menangisi jasad Vera yang telah terbujur kaku. Tak lama setelah itu, Citra pun membuka amplop surat yang diberikan oleh Vera dan membacanya bersama semua.
Dear My Friend…
Guyz…
Maafin aku yah. Aku nggak bermaksud menyembunyikan tentang penyakitku ke kalian. Aku cuma nggak mau kalian khawatir dengan keadaanku. Aku juga nggak mau kalian mengasihani aku. Aku mau kalian menganggap aku sebagai Vera yang sehat, kuat, dan ceria. Bukan Vera yang sakit-sakitan.
Guyz…
Aku sayang banget ama kalian. Kalian ibarat bumi bagi aku. Aku nggak akan bisa hidup tanpa kalian. Tawa dan canda kalian selalu bisa membuat aku tersenyum dan semangat. Mungkin tanpa kalian aku udah lama menyerah. Tapi aku selalu ingin hidup. Hidup untuk tetap bersama kalian hingga Desember tahun ini.
Guyz…
Mungkin aku nggak bisa bertahan sampai semester nanti. Tapi aku mau kalian tetap semangat. Walau tanpa aku, kalian harus bisa dapat nilai yang maksimal. Dan kalian tahu, aku tuch seneng… banget…! Karena pada penantianku tahun ini, kalian menemaniku menanti  Desember. Hari-hari yang kita lalui bersama beberapa waktu ini membuat aku merasa hidup ini begitu indah dan berarti. Rasanya, aku masih ingin menikmati hari-hari bersama kalian. Tapi, waktu aku nggak banyak. Dan aku harus pergi. Pergi meninggalkan dunia fana ini. Membawa sejuta kenangan indah yang kita miliki dan takkan pernah kulupa hingga kelak aku menutup mata.
Guyz…
Tiga tahun aku menanti Desember. Dan Desember tahun ini aku benar-benar  harus pergi. Maaf jika selama ini aku terlalu banyak mempunyai kesalahan terhadap kalian. Terima kasih untuk semua kenangan indah yang telah kalian berikan padaku. Makasih dan selamat tinggal.
Much Love
Vera
Setelah membaca surat tersebut, mereka semua lag-lagi tak dapat membendung air matanya. Mereka terus menangisi kepergian Vera.
Kini Vera telah tiada. Sang pujangga telah pergi. Pergi dengan tenang menghadap sang khalik. Penantian Vera telah berakhir. Desember telah menjemputnya tepat pada tanggal 3 Desember. Saat usianya menginjak 17 tahun. Vera kini telah tenang di sisi-Nya. Kini dia telah tersenyum dalam tidur panjangnya. Tak ada yang dapat mencegah kepergian Vera. Bahkan, waktu pun tak dapat menghentikannya.
Rembulan…
Temani aku malam ini
Aku sedang menanti Desember
Rembulan…
Dalam keremangan malam
Aku ingin kau menyinari hatiku yang redup
Rembulan…
Jangan pernah tinggalkanku
Dan tetaplah menemaniku
Menanti Desember…
Mama Vera menemukan puisi itu di sela buku diary Vera. Puisi yang setiap malam dilantunkan Vera semasa hidupnya. Kini Vera telah tersenyum di samping rembulan. Rembulan yang senantiasa memenaninya menanti Desember.

SALAHKAH BILA AKU MENCINTAMU

Malam itu Rio masih belum terlelap ia masih sibuk mempersipkan surat untuk Dinda besok.

“apapun yang terjadi besok, aku akan terima,, aku ingin ungkapin ini semua, mungkin ini satu-satunya cara agar Dinda mengerti perasaan aku,” gumam Rio dalam hati.


Cerpen Cinta
Dentang jam menunjukkan pukul 24.00, mata Rio belum juga terpejam, ia masih memikirkan apa yang akan terjadi esok hari. Rio mencoba untuk tidur tapi kejadian esok menghantui dirinya hingga pukul 04.00 Rio belum tertidur.

Pagi sudah datang, ayam jago milik tetangga Rio berkokok dengan lantang membangunkan Rio yang baru saja terpejam. Dengan rasa malas, Rio beranjak dari ranjangnya dan bersiap berangkat sekolah.
Sesampai di sekolah, Rio berpapasan dengan Dinda dan genknya di lorong sekolah.
 
“ha…hai Dinda??’’ sapa Rio gugup, Dinda hanya menjawab dengan seutas senyum manis di bibirnya dan berlalu bersama teman-temannya.

“Dinda, apakah aku salah telah menyukai dirimu,, kau adalah gadis paling popular di sekolah ini, sementara aku….” Belum sempat menyelesaikan perkataannya dalam hati, tiba-tiba Sonia datang menepuk pundak Rio.

“hayoo,, liatin sapa tuu sampe nggak kedip dari tadi,, pasti liatin Dinda yaa,” geretak Sonia meledek Rio. Rio hanya tersipu malu mendengar perkataan Sonia, wajahnya memerah dan tangannya berkeringat dingin.

“sudahlah Rio, lupakan saja gadis itu, toh dia juga sudah punya pacar kan???” Sonia mencoba mengingatkan Rio.

“pacar??” Rio terkejut, karena setahu Rio, Dinda masih jomlo setelah putus dengan Edwin.

“kau tak tau, seminggu lalu tepatnya mereka jadian,, pasti kau tak membaca majalah hari ini kan, ini coba saja baca, Dinda berpacaran dengan Niko kakak kelas kita yang menjadi kapten club basket,” kata Sonia sembari menunjuk majalah yang di pegangnya.

“makasih, aku juga telah memikirkan ini berulang-ulang kok’’ jawab rio kecewa, seraya beranjak meninggalkan Sonia. Rio pun berjalan menuju kelasnya, sesampainya di kelas, ia hanya terdiam melamun di bangkunya. Tiba-tiba suara seorang gadis membuyarkan lamunannya, gadis itu adalah Dinda.

‘”permisi semua, ‘’ semua wajah tertuju pada arah suara itu.

“rionya ada kan??’’ lanjut Dinda. Seraya rio langsung berdiri dari bangkunya. (deg-deg-deg) degupan jantung rio menjadi lebih cepat, ia begitu gugup.

“hai rio,, ini ada tugas dari p.hardi untuk kelas mu(Dinda memberikan selembar kertas berisi tugas kepada rio).. hei, kenapa wajahmu pucat sekali, apa kau sakit (Dinda memegang dahi rio)’’

Rio sangat gugup, tubuhnya berkeringat, ia tak mampu berkata apa-apa, ia hanya bisa menatap mata Dinda.

“ya sudahlah, kalo kamu nggak mau jawab, aku balik ke kelas dulu ya..??”

“di… dinda ,??"

“ya, ada apa??’’

“apa nanti jam istirahat kau bisa menemuiku di taman belakang??” pinta rio pada dinda.

“tentu,, aku bisa kok’’ jawab dinda enteng.

(huuufft) rio mencoba menghela nafas, ia mencoba menenangkan hatinya.
Bel istirahat pun berbunyi, rio bergegas keluar kelas menuju taman belakang, sesampai di sana, rio harus menunggu dinda hingga 15 menit lebih.

“kenapa dinda belum datang, apa ia lupa??” gumam rio lirih, tak berapa lama dinda pun datang. Ia menghampiri rio yang sedari tadi duduk di bangku taman.

“dinda??” rio serentak berdiri dari bangku itu.

“iya, maaf ya aku terlambat tadi aku masih….” Belum menyelesaikan perkataannya, rio sudah memotong kata-kata dinda.

“aku ingin memberikan ini” potong rio seraya memberikan sehelai surat untuk dinda.

“apa isi surat ini rio,??” Tanya dinda,

“baca saja” jawab rio menahan semua kegelisahannya. Namun, bukannya dibaca tapi dinda malah membuang surat itu.

“untuk apa aku baca surat ini, sementara penulisnya ada di hadapanku, langsung saja kau katakan rio??” paksa dinda pada rio. Rio tak memikirkan hal ini sebelumnya, saat dinda berkata seperti itu, tubuh rio serasa tersentak. Dia yang awalnya tenang-tenang saja, kini menjadi sangat gugup. Bibirnya sulit tuk berucap, ia hanya tertunduk dan terdiam beberapa saat.
 
“aku,, aku ingin bicara sesuatu pada mu din” rio mulai berkata dengan menahan semua rasa gugupnya.

“katakan saja, aku akan mendengarkannya” jawab dinda seraya tersenyum manis.

“dinda, sebenernya sejak pertama kita ketemu aku udah menyimpan perasaan ke kamu, tapi aku nggak berani ungkapinnya, aku tau aku nggak pantas untuk kamu, aku hanya anak biasa sedangkan kamu adalah gadis paling diidolakan di sekolah ini, aku juga udah pikirin ini mateng-mateng, aku nggak bisa terus memendam perasaanku din, aku sayang sama kamu, aku selalu mencoba jadi yang lebih baik agar kau selalu menatapku dan tersenyum padaku, hingga sekarang aku jadi seperti ini itu karena kamu” ungkap rio.

“rio, kau juga pasti tau kan,, aku sekarang telah punya pacar, terimakasih kau sudah mau menyayangi aku, tapi sungguh aku minta maaf aku nggak bisa balas semua itu” jawab dinda dengan lembut seraya mengangkat dagu rio yang sejak tadi tertunduk.

“aku minta maaf, aku sudah salah, aku memang tak pantas mencintai kamu” kata rio seraya meninggalkan dinda. Dinda merasa bersalah pada rio, dia mencoba memanggil rio tapi, rio tak menghiraukannya.

Dinda pun berjalan perlahan ke kelasnya, tapi kerumunan siswi menghentikan langkahnya. Para siswi itu membicarakannya, mereka berbisik-bisik satu sama lain, tapi dinda hanya melirik sebentar dan melanjutkan langkahnya. Ketika ia melewati kelas XI- IPA dia melihat rio yang sedang tertunduk di bangkunya. Dinda ingin masuk tapi guru sudah datang, ia pun bergegas masuk kelasnya yang berjarak 2 kelas dari kelas rio.

Bel tanda berakhirnya pelajaran hari ini pun berbunyi, lautan putih abu pun bergegas keluar kelas namun mereka tak langsung pulang karena hari itu hujan deras, mereka pun harus menunggu hingga hujan reda meski beberapa anak nekat untuk pulang. Dinda dan rio keluar kelas masing-masing secara bersamaan. Dinda menghampiri teman-temannya di depan kelas. Tiba-tiba niko menghampiri dinda bersamaan dengan rio. Mereka berdua membukakan payung dan ingin mengantarkan dinda pulang. Tentu saja dinda lebih memilih diantar oleh niko kekasihnya. Dari kejauhan dinda masih melihat rio yang terlihat sangat sedih.

“rio, maafin aku ya,, aku nggak bermaksud nyakitin kamu, semoga kamu bisa ngerti” kata dinda dlam hati kecilnya. Niko membukakan pintu mobil untuk dinda, dan niko pun bergegas masuk mobil. Dari kaca mobil dinda melihat rio yang nekat hujan-hujan, rio membuang payungnya dan berjalan dengan penuh penyesalan. Dinda hanya bisa melihat rio dari mobil, tanpa terasa, dinda meneteskan air matanya untuk rio.

Keesokan harinya rio sakit dan tak bisa bersekolah. Dinda tak mengetahui hal itu. Hingga 5 hari pun berlalu, rio masih terbaring lemah di tempat tidurnya. Dinda yang baru mendengar hal tersebut merasa cemas, pulang sekolah ia pun langsung bergegas menuju rumah rio.

Di sana dinda melihat rio dengan wajah pucat pasi dan terbaring sangat lemah.

“semakin hari, keadaan rio semakin memburuk nak, rio tak mau makan bahkan minum obat saja tak mau, ibu bingung harus bagaimana membujuk rio.” Kata ibu rio.

“tante, apakah siang ini rio sudah makan??” Tanya dinda.

“belum nak, ibu sudah memaksanya tapi dia tak mau membuka mulutnya” jawab ibu rio.

“biar saya yang membujuknya” serentak dinda mengatakan itu tanpa piker panjang.

“rio, kenapa kau menyiksa dirimu seperti ini,??” Tanya dinda seraya memegang tangan rio lembut.

“untuk apa kau kemari din, aku tak pantas untuk kau jenguk, aku sudah tak ada gunanya din, sudahlah cepatlah pulang,” pinta rio serentak melepaskan tangan dinda. Tak berapa lama ibu rio datang membawakan sepiring nasi untuk rio. Dinda langsung berdiri dan mengambil piring itu. Dinda mencoba membujuk rio untuk makan namun rio malah membanting piring berisi nasi itu.

“riio, kau kenapa, kenapa kau seperti ini padaku??’’ Tanya dinda dengan mata berkaca-kaca.

“aku nggak ingin melihat kamu lagi, pergilah dari rumah ini, dan jangan menginjakkan kakimu di sini lagi.’’ Rio membentak dinda.

“jadi kau mengusirku, apa seperti ini rio yang aku kenal, kenapa kau berubah begitu cepat, kalau kau membenciku, bukan seperti ini caranya. Bukan dengan menyakiti dirimu sendiri, kau yang selalu menyemangatiku kenapa sekarang kau kehilangan semangat, kau bukanlah rio yang dulu.” Kata dinda seraya melangkahkan kaki meninggalkan rio yang masih terdiam.

Rio hanya terdiam di atas tempat tidurnya. Keesokan harinya rio memaksakan diri untuk bersekolah, dengan tubuh tertatih-tatih rio berjalan menuju lorong sekolah. Sesampai di kelas, rio di sambut hangat oleh teman-temannya.

“hei rio, kau masih hidup ternyata hahaha,,,!!!” ledek andy teman sebangku rio. Rio hanya tersenyum tipis mendengar ledekan teman-temannya.

“tentu saja rio masih hidup, ia kan masih ingin bertemu wanita pujaannya, makanya hari ini dia bersekolah” sahut ricky,

“hoho,, siapa gadis itu,, setauku rio tak pernah dekat dengan gadis lain selain Sonia” andy terheran.

“rio, apakah kau tak mau menjawabnya sendiri??” seru ricky meledek temannya itu.

“sudahlah, aku tak mau membahasnya, aku ingin sendiri” rio seraya pergi meninggalkan teman-temannya itu. Rio beranjak pergi dari kelasnya, tanpa sengaja rio menabrak seorang gadis, buku gadis itu berhamburan di lantai teras.

“maaf. Maafin aku, aku nggak sengaja” rio meminta maaf kepada gadis itu sambil membantunya merapikan buku-bukunya. Ternyata gadis itu adalah dinda, rio langsung menundukkan kepalanya, dan bergegas meninggalkan dinda.
 
“rio tunggu” panggil dinda.

“ada a..apa.. di..dinda??” Tanya rio terpatah-patah.

“untukmu” dinda memberikan secarik kertas untuk rio. Rio segera menerima kertas itu dan pergi begitu saja.

Di taman rio membaca surat itu.

        Dear rio,
Aku minta maaf, mungkin aku sudah menyakiti hati kamu. Tapi sungguh aku tak bermaksud mempermainkan perasaan kamu. Ketahuilah, sekarang aku telah berpisah sama niko. Dan orang tuaku akan membawaku pergi ke amerika untuk melanjutkan study ku bersama kakak ku. Kamu nggak pernah bersalah kok rio, semua perasaanmu ke aku itu tidak bersalah. Tapi akulah yang bersalah karena tak dapat membalas rasa sayangmu padaku. Mungkin hari ini adalah terakhir kita bertemu. Sebenernya aku tak ingin pergi, tapi tempat ini memberiku banyak kenangan buruk.
Rio jika nanti kau menyukai seoarang gadis lagi, jangan pernah bertindak konyol seperti ini. Aku nggak akan lupain kamu, karena kamu adalah sosok cowok yang bisa membuatku tersenyum.
       
       Dinda,

Setelah membaca surat tersebut, rio langsung beranjak dan berlari menuju kelas dinda. Sesampai di kelas dinda, rio memeluk dinda erat sekali.

“dinda, jangan tinggalin aku, aku mohon” pinta rio dengan tulus.

“rio apa-apaan sih kamu, malu tauk” jawab dinda seraya melepas pelukan rio. Tapi rio masih tetap saja memohon pada dinda, ia berlutut di depan dinda. Rio meneteskan air matanya, dinda pun ikut menangis.

“rio, jangan kau seperti ini, aku tak bisa menuruti kamu. Aku nggak bisa terus di sini, aku harus pergi hari ini juga. Jangan memberatkan aku rio, please” kata dinda seraya membantu rio berdiri.

‘’dinda, aku nggak tau tapi aku nggak bisa maksa kamu buat sayang sama aku, pergilah dinda, mungkin aku nggak pantas bersanding denganmu. Dan sekali lagi, jangan salahkan dirimu sendiri, karena aku yang salah karena telah mencintamu” rio mencoba melapangkan hatinya menerima kepergian gadis yang selama ini dicintainya. Dinda hanya menatap rio dengan seutas senyum manis seperti biasanya.

Tak lama kemudian ayah dinda datang untuk menjemput dinda. Dinda pun segera bergegas untuk berangkat ke amerika. Dinda juga berpamitan kepada rio, dinda mencium dahi rio sebagai tanda perpisahan.

“aku akan kembali” bisik dinda lembut. Rio hanya diam terpaku, ia tak mampu menahan semua perasaannya. Akhirnya dinda pun beranjak dan pergi meninggalkan rio. Tiada sepatah kata dari rio untuk dinda. Rio mencoba sabar menghadapinya.

1 tahun kemudian, rio menjadi anak yang prestasinya menonjol, akhirnya rio mengikuti pertukaran pelajar di amerika selama setengah tahun. Tanpa disadari di sebuah toko buku, rio bertemu dengan dinda saat ia ingin mengambil sebuah buku, tangan mereka secara bersamaan meraih buku itu.

“dinda??... kau dinda kan??” rio terheran.

“rio,?? Kok kamu bisa di sini??” dinda lun juga terheran.

“iya aku ikut pertukaran pelajar selama setengah tahun,, hey bagaimana kabarmu, kau sehatkan” Tanya rio.

“ya seperti yang kau lihat ini”
 
“dinda, soal perasaanku dulu, aku sudah mulai bisa menepiskannya. Aku sadar cinta emang nggak harus memiliki, benarkan din..??”

“yaa, bener banget,, tumben kamu nyadar” ledek dinda. Mereka pun tertawa bersamaan.

Akhirnya mereka pun bersahabat, menjadi sahabat yang sangat akrab. Rio telah mengubur dalam-dalam perasaannya karena ia tahu kalo sampai kapanpun dinda nggak akan bisa sayang padanya, seperti ia menyayangi dinda. Satu hal yang menjadi pelajaran untuk rio, bahwa cinta itu tak bisa dipaksakan, dan tak harus memiliki.